Kamis, 11 Agustus 2016

Masjid AR. Fachruddin dibangun pada tahun 1995 dan diresmikan oleh Presiden BJ. Habibie (Presiden RI ke 3) pada tahun 1998. Masjid ini terdiri dari 5 lantai yang dimanfaatkan selain untuk tempat peribadatan juga untuk perkuliahan dan perkantoran.
Lokasi masjid adalah di tepi jalan raya tlogomas, akses jalan ke arah kota batu. Bangunan masjid dibuat dengan asitektur modern yang sangat eksotik. Oleh karena letaknya yang strategis, maka masjid AR. Fachruddin sering digunakan sebagai salah satu tujuan wisata.Tempat peribadatan berada dilantai 3 sampai lantai 5. lantai 2 digunakan untuk perkantoran takmir masjid, perpustakaan, ruang perkuliahan, laboratorium Psikologi, tempat wudhu’ dan aula. Lantai 1 digunakan untuk perkantoran, bank, kantin, Kopkar, ATM, dan laboratorium, bimbingan konseling, poliklinik, radio UMM FM dan beberapa kantor pusat studi.Masjid AR Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang memiliki arah kiblat yang sudah tepat (shahih) dan telah dibuktikan oleh CASA (Club Astronomi Santri Assalaam). Masjid ini digunakan sebagai pusat dakwah Muhammadiyah dan pusat kegiatan keislaman bagi seluruh sivitas akademika maupun masyarakat umum.



Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) UMM akan dibangun di sebelah Barat Masjid AR. Fachruddin, tepatnya di sebelah kiri pintu keluar Barat kampus III UMM. Pendirian SPBU ini merupakan salah satu upaya UMM dalam mengembangkan profit centre untuk mendukung finansial selain biaya pendidikan dari mahasiswa.
Pada saat ini, rencana pembangunan masih dalam tahap penataan lahan dan mengurus perijinan. Desain bangunan dan interior sudah dibuat, baik dalam bentuk paper project maupun animasi.
SPBU UMM akan dilengkapi dengan cafetaria dan resting area yang bertempat di lantai dasar. Pendirian SPBU ini dinilai sangat prospektif karena jumlah mahasiswa, dosen dan karyawan UMM sangat banyak dengan kebutuhan bahan bakar kendaraan sangat tinggi. Selain sebagai profit centre, SPBU UMM merupakan salah satu bentuk layanan bagi sivitas akademika dan masyarakat umum dalam hal kemudahan penyediaan bahan bakar.

Tips Mengikuti PATI (Pelatihan Aplikasi dan Teknologi Informasi)

Pelatihan Aplikasi Teknologi Informasi (PATI) itu adalah sebuah kegiatan yang wajib di ikuti oleh calon mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang. Disini nanti kalian akan di ajarkan bagaimana cara membuat blog yang baik dan benar dan cara memanfaatkan teknologi itu sendiri. Selain itu kalian naninya juga akan diberikan pengetahuan seputar fasilitas-fasilitas online di UMM yang bisa kalian ases dengan mudah. Jika kalian yang awalnya belum bisa sama sekali maka setelah pelatihan PATI pasti kalian langsung bisa , eh asalkan kalian perhatikan saat kakak pembimbingnya jelasin yaaa.....

Dalam pelatihan ini nantinya akan ada banyak poin yang ditawarkan untuk bisa menambah nilai kita guys , so kalian harus benar-benar memperhatikan dan belajar sebelumnya walaupun hanya membaca sedikit. Karena nilai itu nanti akan bisa menambah nilai plus buat kalian yang menjadikan kalian lulus pelatihan tersebut.

Ada tips buat kalian yang mengikuti PATI nih , pertama kalian aku saranin untuk dapat tepat waktu ya guys biar kalian nggak ketinggalan materi , kedua sebelum pelatihan kalian baca-baca dulu tentang aplikasi yang ada di internet , selain di internet pelajari juga tentang aplikasi di aptop/komputer kalian , nah.. yang ketiga inilah yang paling penting ,kalian harus menyelesaikan tugas tepat waktu jangan menunda-nunda tugas yang telah diberikan ya guys. Karena jika kalian menunda tugas kalian , maka kalian yang akan merasakan kesusahan sebab ada banyak tugas yang di berikan pada pelatihan ini.

Oh iyaa guys , ada yang harus kalian ingat juga ya . Kalian harus bisa menjalin hubungan yang baik antar teman , agar kalian bisa saling membantu satu sama lain,selain itu berikan rasa saling menghargai juga yaa biar kalian bisa merasa nyaman baik di dalam maupun di luar kelas saat mengerjakan tugas bersama. 
Inilah tips dari saya mengenai PATI , semoga bermanfaat untuk kalian .

BookStore Universitas Muhammadiyah Malang

Bookstore UMM diresmikan pada tanggal 21 Agustus 2005. Sebagai salah satu unit bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam masa beroperasi Bookstore UMM telah mengalami perkembangan dari berbagai sisi meskipun dalam masa perkembangannya masih terdapat banyak kekurangan. terdapat beberapa kendala yang begitu mempengaruhi kinerja Bookstore UMM sejak beroperasi selama kurang lebih 4 tahun 4 bulan. 

 Kendala tersebut masih dirasakan sampai sekarang misalnya jumlah mobilitas penjualan yang rendah.
Sampai saat ini Bookstore UMM telah memiliki 3 divisi yaitu divisi buku, divisi stationery dan divisi computer, dan beberapa waktu yang lalu Bookstore UMM mengembangkan satu divisi baru yang bekerjasama dengan pihak perorangan dengan membentuk unit usaha baru yang dinamai pusat souvenir UMM, dimana pihak perseorangan ini dipilih karena memiliki visi dan misi yang sama dengan universitas muhammadiyah malang. Pangsa pasar yang dituju oleh pusat souvenir ini terutama dari kalangan civitas UMM maupun kalangan non civitas diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih baik dalam perkembangan Bookstore UMM di masa sekarang dan masa mendatang. 3 (tiga) divisi yang dimiliki Bookstore UMM ini berada 1 (satu) lantai dengan display yang terbagi sebelah barat untuk display divisi alat tulis kantor dan sebelah timur untuk display divisi buku dan divisi computer.
Berpijak pada rencana jangka panjang Bookstore UMM yang mengacu pada beberapa toko di area Malang dan sekitamya, Bookstore berupaya mengembangkan konsep baru dalam upaya promosi atas Bookstore UMM, penciptaan brand baru dalam menunjang proses pemasaran mulai dikembangkan sejak November 2010. Berpijak pada kondisi real Bookstore UMM dimasa sekarang, akan dikembangkan sebagai One Stop Market Of Education and Shopping.

Hotel Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM-Inn)

UMM Inn adalah hotel pendidikan pertama di Malang. Hotel ini berada 3 mil dari pusat kota Malang dan dekat dengan Kota Batu. Hotel ini juga merupakan tempat sempurna untuk pertemuan, konferensi, dan seminar sekaligus menyediakan pelayanan yang mudah yang bagi kebutuhan berbagai tema pesta yang sesuai dengan kebutuhan.

Pengunjung akan bisa menikmati perpaduan nuansa elegan yang bercitarasa modern, nyaman, dan bernuansa klasik dari 40 ruang tamu dan suite yang unik. Kami menjamin Anda akan menemukan perbedaan yang membuat kami menjadi pilihan favorit di antara hotel-hotel di Batu dan Malang

RS. Universitas Muhammadiyah Malang dan Masjid KHM. Bedjo Darmoleksono

Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat luas pada tanggal 17 Agustus 2013 bertepatan dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 68. Rumah Sakit ini merupakan sarana penunjang pendidikan dan merupakan salah satu profit center dari Universitas Muhammadiyah Malang.


Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang diresmikan oleh Presiden Ke-5 Republik Indonesia oleh Ibu Hj. Megawati Soekarno Putri pada tanggal 17 Juni 2014 di bangun diatas lahan dengan lokasirumah sakit tidak jauh dari Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang yaitu tepatnya di sebelah timur terminal Landungsari.Berdiri diatas tanah seluas 9 hektare dan memiliki bangunan utama setinggi 6 lantai dan beberapa bangunan gedung penunjang setinggi 5 lantai dan gedung rawat inap setinggi 3 lantai. Bentuk bangunan yang megah dan tertata rapi dengan ciri khas arsitektur tiongkok, menjadikan RS Universitas Muhammadiyah Malang ini mudah dikenali oleh segala lapisan masyarakat. Keberadaan RS UMM merupakan bagian dari layanan kesehatan berusaha untuk memberikan pelayanan  terbaik bagi seluruh pasien. Mengusung motto “pelayananku, pengabdianku” mendorong RS UMM agar terus dan terus belajar meningkatkan layanan yang memuaskan masyarakat.


Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin menilai Masjid Mbah Bedjo yang didirikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai lambang harmonisasi hubungan Islam dan Tionghoa. Masjid yang mengadaptasi arsitektur China tersebut merupakan bagian dari fasilitas rumah sakit UMM.

Masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat peribadatan pasien keluarga dan civitas akademika UMM, tapi juga sebagai pusat dakwah Muhammadiyah. Masjid Mbah Bedjo merupakan masjid ketiga yang dibangun UMM. Masjid dengan tiga lantai tersebut berkapasitas 600 jamaah. Nama masjid itu sendiri diambil dari nama tokoh perintis Muhammadiyah di Malang, Kyai Haji Bedjo Darmolaksono.