Kebudayaan Daerah Tulungagung
Tulungagung sangat memiliki berbagai macam kebudayaan yang unik dan menarik , misal seperti budaya Temanten Kucing, Suroan , Ulur-ulur dan lainnya.
Temanten kucing yaitu sebuah budaya yang dilakukan orang-orang daerah Pelem , Kec.Campurdarat Kab.Tulungagung untuk meminta hujan . Kucing yang di nikahkan akan di tempatkan di pelaminan bersama pasangan seorang wanita dan lelaki yang berdandan layaknya orang menikah. Tradisi ini dulunya sangat populer , tetapi seiring akan perkembangan zaman budaya ini semakin hilang sekitar sejak 3 tahun yang lalu.
Budaya suroan yaitu budaya yang banyak dilakukan oleh orang-orang daerah Wajak untuk meminta keselamatan dan perlindungan mereka ataupun lingkungannya. Budaya ini banyak di ikuti oleh orang yang beragama islam, kristen dan budha di candi dadi. Upacara suro ini dilakukan di hari satu malam suro.
Ulur-ulur yaitu sebuah upacara yang dilakukan di daerah Danau Buret kec.Campurdarat di setiap tahun di hari sabtu legi di bulan Suro.
Budaya ini dilakukan untuk menghambat jalannya air di danau dengan tujuan untuk mengeksekusi air danau sebagai irigasi. Budaya ini sampai sekarang masih sering dilakukan oleh orang-orang di desa Sawo.
Kesenian Daerah Tulungagung
Adapun kesenian dari daerah tulungagung yang sangat populer sampai saat ini yaitu Jaranan dan reog kendang.
Jaranan merupakan kesenian Tulungagung yang begitu unik dan menarik , kesenian ini terdiri dari 6 orang penari yang membawa jaranan dan beberapa orang sebagai barong. Kesenian jaranan di daerah Tulungagung ini ada beberapa jenis yaitu, jaranan senterewe,jaranan pegon dan jaranan campursari.Akan tetapi di daerah Tulungagung yang biasa dipertunjukkan adalah jaranan campursari. Kesenian jaranan yang paling menarik adalah gerakan-gerakan penari yang seirama dengan pukulan kendang , gng dan semacamnya. Keunikan dari kesenian ini yaitu adanya atraksi kerasukan pada akhir acara yang mengartikan bahwa pada zaman dahulu untuk melawan Belanda mereka menggunakan kekuatan spiritual. Atraksi ini dilakukan dengan makan bunga kenanga atau mawar dan memakan pecahan kaca.
Tidak sedikit orang yang menunggu atraksi ini , karena atraksi ini sangat disukai para penonton.
Kesenian Reog Kendang merupakan kesenian yang menceritakan tentang lamaran Raja Bungis kepada Dewi Kilisuci melalui prajuritnya. Sesampai menemui Dewi Kilisuci para prajuritnya menyampaikan amanah sang Raja untuk melamar Dewi Kilisuci, akan tetapi ia menyampaikan bahwa ada beberapa syarat untuk bisa menerima sang Raja yaitu dengan membuat, kendang , gong , kenong , slompret , ikat kepala dan gelang kaki yang bisa berbunyi.
Para prajurit berusaha untuk membuat semua syarat yang diberikan Dewi Kilisuci sebab sebelum lamaran sang raja diterima para prajurit dilarang untuk kembali ke kerajaan mereka.
Pada tahun 2015 reog kendang Tulungagung ini berhasil mencapai rekor muri di Kabupaten Tulungagung dengan jumlah penari yang sangat banyak yaitu 2400 orang. Festival ini banyak disaksikan oleh masyarakat Tulungagung mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Sampai sekarang reog kendang bertambah populer dengan adanya pencapaian rekor muri tersebut.
Makanan Khas Tulungagung
Nasi pecel yaitu makanan khas Tulungagung yang berisi nasi , sayur bayam dan kecambah lalu di siram sambal kacang diatasnya, dengan ditambahkan tempe ,tahu dan rempeyek kacang. Makanan ini adalah menu sarapan special bagi masyarakat Tulungagung.
Sate dan Gule Kambing
Sate kambing adalah daging kambing yang ditusuk dan dibakar di atas arang serta di berikan bumbu kecap diatasnya.
Gule kambing merupakan daging kambing yang dimasak dengan diberi kuah santan yang telah dibumbuin dengan kecap dan sedikit merica.
Sajian ini merupakan keragaman budaya, kesenian dan makanan khas asal daerah Tulungagung Jawa Timur yang sampai sekarang populer dan merakyat. Jadi jika kalian berkunjung ke Tulungagung jangan sampai kalian lewatkan untuk menikmati pertunjukkan kesenian Tulungagung dan mencicipi kuliner di sana .






Tidak ada komentar:
Posting Komentar